Oleh: peburungamatir | Juli 29, 2012

Ke Taman Jurrasic Kacip, Sekali Lagi…

Baluran’s landscape from an eagle view

Anda tahu kan Taman Jurrasic? Sebuah kawasan perawan dalam film Jurrasic Park yang disulap menjadi habitat berbagai jenis dinosaurus itu. Filmnya Om Steven Spielberg itu loh… Nah, buat saya, Kacip adalah Taman Jurrasic itu.

Paling tidak, demikian yang saya rasakan saat pertama menyambangi kawasan di dasar kawah mati Gunung Baluran tersebut. Bumbu cerita dari Kang Swiss bahwa tidak banyak manusia–termasuk staf Taman Nasional Baluran sendiri–yang menjejakkan kaki di tempat itu, sungguh memberi sensasi. Apalagi ditambah iming-iming MacKinnon dkk. yang menyebut tentang kemungkinan adanya beberapa jenis burung aneh di “suatu hutan lembab yang tidak terlalu luas di dalam kawah G. Baluran”. Keterangan dalam kitab SJBK yang merujuk ke Kacip itu membuat saya benar-benar merasa mendatangi alam perawannya Taman Jurrasic!

Tentu saja saat itu saya tidak mengharapkan hadirnya Velociraptor atau T-rex. Hehehe… Perjalanan saya pada 2009 atas undangan si empunya Baluran itu adalah untuk mengungkap keberadaan elang jawa di sana. Silahkan, yang mau menyimak cerita heroik perjuangan Batak, Bintang dan saya saat menyambangi tempat itu, bisa membacanya di sini.

Namun, kunjungan kedua saat lomba 2012 lalu menjadikan perjalanan di 2009 tidak lagi heroik. Perjalanan dari Bekol ke Talpat yang dulu saya tempuh dengan berjalan kaki terbantu oleh tunggangan truk yang disediakan panitia. Tapi, yah, saya pun tidak berani membayangkan bila saya harus berjalan kaki lagi 7 jam. Hehehe…

Kacip 2012

Di kunjungan kedua saya ini, saya mendapati Kacip sedikit berbeda. Lebih kering. Aliran sungainya tidak sederas sebelumnya, hutannya pun terasa tidak begitu lembab. Faktor cuaca mungkin, saya tidak tahu.

Kunjungan ke Kacip 2012. Foto oleh Lutfian Nazar.

Namun satu yang pasti, burung-burungnya masih setia memanjakan pengamat burung yang datang. Hanya dalam satu hari pengamatan, beberapa jenis baru yang dilihat oleh peserta menambah panjang daftar kekayaan burung Baluran. Kunjungan 60-an pengamat burung di lomba 2012 ini pun menambah informasi mengenai kehadiran beberapa jenis lain yang sebelumnya tidak tercatat ada di Kacip. Selengkapnya baca saja cerita dari si empunya Baluran mengenai temuan jenis-jenis baru dari Kacip yang disumbangkan para peserta di sini dan juga kunjungannya bersama Nurdin sang pemenang setelah lomba berakhir demi caladi tikotok di sini.

Kalau ada kesempatan kembali ke Taman Jurrasic yang satu itu, tentu saya tidak akan melewatkan. Saya masih penasaran, adakah anggrek di sana? Hehehe…


Tanggapan

  1. OOOOHHHHH mBaluran yg bikin mbilur ati yg gkbisa ikutan kesanaaaa :((

  2. hmmm, rugi kemarin nggak naek ke Kacip.
    tapi nggak apa-apa, meninting besar, cekakak jawa, munguk (idola baru) dan beberapa burung yg tak pernah saya lihat bisa saya pelototi bahkan masuk dalam frame. mendatangi Bajulmati sungguh penuh sensasi.
    udah kesana nggak mas?? :p
    taun depan bakalan ikut ke kacip saya mas… insyaalloh..

    mb Imey, nangis lagi ya….?
    cup..cup..cup… :p

    • Ke Bajulmati belum pernah sih… Tapi aku pilih Kacip aja lah :p

      • Kacip Kacip…. taun depan deh saya kesana.:)

        *ganti K dengan N…:))

      • hahaha…

  3. wah, keduluan aku… 😛

    • Nggak lah Ka… Lu kan nggak punya blog? hehehe

      • hahahaaa…syem..

      • Hahahaha… 🙂

  4. mrono ah….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: